Argentina, yang boleh disebut negara berkembang, juga membangun “Silicon Valley” sendiri. Tempatnya di Cordoba, yaitu kira-kira 750km utara ibu kota Buenos Aires. Hasil utama daerah tersebut adalah dari pertanian (jagung dan kedelai). Ada universitas di Cordoba yang menghasilkan bakat2 yang terampil dalam teknologi. Penduduknya 3 juta orang, dengan 9 universitas.
(Hmmm, mirip kota Bandung, yang punya ITB, Parahyangan, dsb. Argentina juga mirip Indonesia: sama-sama negara berkembang, punya sejarah kolonial, tidak berbahasa Inggris, sumber nafkah dari pertanian, ada korupsi, pernah Krismon akhir thn 1990an, dst.)
Apa strategi dari pejabat daerah Cordoba? Ada beberapa. Selain pembangunan daya tenaga kerja dan infrastruktur, kondisi ekonomi harus di permudah sehingga menjadi insentif bagi perusahaan2 asing. Dengan kata lain, pemerintah harus bersedia memberi sarana2 seperti keringan pajak (tax-break), tanah, listrik murah, airport bagus, dsbnya.
Sejak di buka tahun 2000, Cordoba sudah memiliki lebih dari 250 perusahaan teknologi.
Motorola, yang masuk ke Cordoba tahun 2001, sudah menanamkan sekitar US$50juta lima tahun terakhir. Motorola merencanakan untuk menanam lagi US$200 Juta selama lima tahun kedepan. IBM dan EDS juga sudah membuka sarana di Cordoba.
Sekarang sekitar 14,000 orang bekerja di industri teknologi di daerah Cordoba, termasuk kategori telekomunikasi, elektronik, software, hardware dan call-center. Di harapkan sampai tahyn 2012 jumlah pekerja akan berjumlah 23,000.
Apa ada pelajaran bagi pejabat Indonesia dari daerah Cordoba ini? Silahkan komentar…
Posted on April 9th, 2007 at 9:22 pm by Hardjono
0